Minggu, 26 Oktober 2014

I'm Your Girl! (EXO Fanfiction by Ohdo)



Tittle : I'm your Girl !

Main Cast :
• Do Kyungsoo
• Do Minda Kim (OC/You)

Support Cast : etc.

Genre : Romantic, drama, comedy (maybe)

Length: One Shoot

Rating : T

Author : Ohdo / Ade Ajeng P. (@_dohunuts1294)

Desclaimer :
Sebelum para readers baca, aku cuman mau ngasih tau nih kalo dicerita ini pasti ada typo-nya jadi maaf yaa xD hahaa... Soal cerita yang aku bikin ini pastinya terinspirasi dari MV Remakenya D.O di 90:2014 xD hehe, dan juga aku suka banget sihh sama lagunyaa... Jadi buat para readers selamat membaca yaa sehabis baca tolong kasih kritik dan sarannya yah xD jangan lupa follow twitter aku yaa xD ada di atas unamenya ahaha xD happy reading and thankyou:*


***

Minda POV

Sejak kapan aku mulai membuntutinya? Tentunya sejak saat aku mulai jatuh cinta pada pandangan pertama dengannya.

Flashback

Namaku baru saja diteriakan lewat speaker yang berasal dari ruang tata usaha sekolah.
'Panggilan Kepada Do Minda Kim Kelas 3-C, ditunggu di ruang perpustakaan untuk keperluan penting.' Kira-kira seperti itu yang kudengar dari tempat dudukku.
"Habislah riwayatku!" Seruku dengan suara pelan sambil menepuk pelan dahiku.

Dengan terburu-buru aku menarik resleting tas-ku untuk membukanya, kuambil beberapa buku yang ada di dalamnya. Ya benar beberapa. Dengan sepuluh tumpuk buku tepat di hadapanku, aku berjalan perlahan namun cepat sambil menuju ke ruang perpustakaan.
"Sebenarnya bukan aku yang salah! Ya! Bukan aku! Guru-nya saja memang yang tidak pernah sabar menungguku untuk mengembalikan semua buku ini! Seenaknya saja memanggil namaku lewat speaker soak itu! Membuatku haruss bla...bla...bla....." Gerutuku panjang lebar, berusaha mencari-cari kesalahan pada orang lain.

Tepat di depan pintu perpustakaan, belum selangkah aku memasuki ruangan itu....
"DO MINDA KIM SI KUTU BUKU YANG SELALU SAJA TERLAMBAT MENGEMBALIKAN BUKU!" Suara menggelegar terdengar dari dalam ruang perpustakaan, nyaris membuat telingaku mati rasa.
"Memalukan!" pekik-ku pelan.
Perlahan aku memasuki ruang perpustakaan dengan membawa setumpuk buku berjenis novel yang tebal sangat tebal.

Guru Shin, seorang guru perpustakaan yang sangat menakutkan itu kini sedang memperhatikanku berjalan menuju rak-rak buku untuk mengembalikan semua buku yang kupinjam. Sebelum itu aku berkata maaf pada Guru Shin karna sudah telat mengembalikan buku. Disaat sedang mengembalikan buku-buku pada tempatnya semula....

BRAK BRUK BRAK!

"Bunyi apa itu?" tanya Guru Shin dengan suara lantangnya.
Dengan cepat aku membereskaan semua buku-buku yang berserakan dilantai akibat kecerobohanku. Berniat agar tidak ketahuan oleh Guru Shin, tapi...
"ASTAGA MINDA! Apa yang kau perbuat? Akan kutambah HUKUMAN-mu!" teriakan Guru Shin yang kedatangannya sama sekali tidak diinginkan olehku nyaris membuatku menutup kedua telingaku sambil tertegun,
APA?
HUKUMAN?
TAMBAH?
GURU MACAM APA?
HANYA HAL SEPERTI INI?
MENAMBAH HUKUMAN?
SIAL!
SALAHKU!
Pekik-ku dalam hati.
Tak habis pikir, tanpa menanggapi apa yang dikatakan oleh Guru Shin aku langsung memungut buku-buku yang jatuh ke lantai untuk mengembalikannya ke tempat semula ditambah lagi aku harus membersihkan ruang perpustakaan yang luas ini sendirian.

Tap tap tap...

Seperti suara hentakan sepatu. Suaranya seperti menghampiriku. Aku menoleh kesamping dan kulihat kaki yang cukup besar dan panjang tepat berada dihadapanku. Lalu aku mendoangakan kepalaku ke atas.
"Biar kubantu." Kata sesosok pemilik kaki itu.
'WOW' pikirku sambil menatap sosoknya yang sempurna itu. Matanya bulat dengan rambut kecoklatannya dan juga bibirnya yang menggoda, sangat tampan!

Dia membantuku memungut buku-buku yang berserakan dilantai.
Buku terakhir disaat aku ingin mengambilnya...

DHEG DHEG DHEG

'Astaga tuhan! Tanganku saat ini sedang dipegang olehnya' Jeritku dalam hati.
Sayangnya kejadian semacam itu hanya berjalan selama 5 detik saja.
"Ah maaf aku tidak sengaja." Katanya dengan cepat melepas tangannya dari tanganku.
"Sengaja juga tidak apa-apa." Kataku tanpa sadar sambil tersenyum sendiri seperti orang gila.
Dia hanya sedikit tertawa saat setelah mendengar ucapanku yang baru saja kukatakan tanpa sadar.

Jantungku rasanya benar-benar tidak terkontrol dari saat dia memegang tanganku sampai sekarang. Apakah ini rasanya suka pada seseorang? Rasanya aku ingin mengatakan...

"Aku suka padamu. Siapa namamu?" Seru-ku tiba-tiba dan lagi tanpa sadar.
Aku merasa aku cepat menyadari bahwa perkataanku barusan benar-benar aneh.
"Ah iya, terima kasih sudah membantuku!" kataku dengan cepat membungkukkan badanku lalu berbalik pergi untuk mengambil alat kebersihan.
Dan...
"Tunggu" teriak namja itu memanggilku.
Aku tersentak dan diam.
Aku membalikkan badanku, dan kutanya "A... Ada A..pp..a?" dengan gugup.
"Do kyungsoo.." Katanya.
'Apa katanya?' Pikirku.
"Namaku Do Kyungsoo." Katanya lagi seolah-olah dia tahu apa yang ada di dalam pikiranku.

"Do Kyungsoo! Terima kasih atas bantuannya! Senang bertemu denganmu namaku Minda!" Seruku terlalu gembira sampai tidak sadar dia sudah menghilang dari hadapanku.
Kemana perginya?

Flashback end

Sejak saat kejadian itu aku terus membuntutinya, sampai aku tahu bahwa kelasnya bersebelahan dengan kelasku. Benar-benar kebetulan yang tidak disangka-sangka. Aku benar-benar menyukai Do Kyungsoo.

Minda POV End











***

Author POV

Pagi itu adalah pagi yang cerah, sama seperti suasana hati Minda setiap hari saat ingin membuntuti pujaan hatinya.
Sambil mengayuh sepedanya, Minda terus-menerus berbicara sendiri. Seperti...
'Apa Kyungsoo sudah datang?'dan 'Parfum apa yang dia pakai hari ini? Stroberi atau harajuku?'
Atau mungkin...
'Apa dia memakai boxer warna pink hari ini?'
Dari mulai petanyaan yang masuk akal hingga tidak masuk akal, terus Minda pertanyakan selama perjalanan sekolahnya sambil mengendarai sepeda.


***

Sesampai di sekolah, minda memarkir-kan sepedanya bersamaan dengan kendaraan lain. Sambil melakukan itu, mata minda terus melihat ke arah kiri dan kanan seperti mencari seseorang.
Siapa?
Tentu saja mencari Do Kyungsoo si pujaan hatinya.

TRING

Seperti keajaiban, tepat di depan matanya minda melihat kyungsoo yang baru saja datang.
Minda langsung berlari secepat mungkin untuk menghampiri kyungsoo.
"Pagi kyungsoo!" Sapa minda, yang mengikuti kyungsoo dari belakang.
Seperti biasa kyungsoo tetap mengabaikannya.
"Apa tidur-mu nyenyak?" Tanya minda, berusaha membuat kyungsoo mengeluarkan suaranya.
Lagi-lagi tetap tidak ada jawaban. Seketika angin berhembus kencang, membuat aroma parfum yang dipakai kyungsoo tercium sangat wangi.
"Hmm... Wangi stroberi..." Seru minda sambil mengendus-endus pakaian kyungsoo dari belakang, membuat kyungsoo terlihat risih dan geli dengan tingkah minda.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Kyungsoo sambil menjauh dari minda.
"Aku hanya ingin mencium wangi parfum yang kau pakai hari ini, dan wanginya tetap sama seperti kemarin, stroberi kesukaanku." Jawab minda tersenyum lebar.
"Semua yang kupakai, kau memang selalu menyukainya." Jelas kyungsoo dengan ketus.
Minda hanya tersenyum malu mendengar perkataan kyungsoo.
Tanpa disadari sosok Kyungsoo tiba-tiba saja menghilang.
Minda mengejarnya kembali.
"Kyungsoo tunggu aku!" Teriak minda terengah-engah.
Kyungsoo tetap tidak mempedulikannya.



"Bisa tidak, kau tidak mengikutiku?" Gerutu kyungsoo
Kesal. Anehnya minda malah terlihat senang, padahal kyungsoo sedang memarahinya. dengan santainya minda menjawab, "Aku tidak bisa..." Jawabnya sambil menggandeng lengan kyungsoo.
"Lepaskan!" Pekik kyungsoo berusaha menjauhkan minda darinya.
"Tidak! Kita akan seperti ini sampai ke kelas." Jawab minda.
"Apa maksudmu? Kelas kita berbeda! Cepat lepaskan." Seru Kyungsoo.
"Tapi kelas kita searah." Jawab minda lagi, kali ini dengan penuh kebahagian.

Kyungsoo langsung terdiam tidak bisa menjawab apa yang dikatakan minda, karena memang benar kelasnya searah.

GLEK

Kyungsoo menelan ludahnya karna takut. Takut kalau dia harus bergandengan seperti ini bersama minda. Dan ketakutan itu terjadi. Kyungsoo menahan malu dan kekesalannya pada minda, dengan memasang wajah tidak suka.

***


"Sampai jumpa kyungsoo! Saat makan siang nanti kita harus bersama lagi!" Teriak minda dari depan kelasnya sambil melambaikan tangan pada kyungsoo.
Lagi lagi dan lagi kyungsoo tidak menanggapinya. Walaupun begitu minda tetap terlihat senang dengan apa yang baru saja terjadi.
Dia benar-benar cinta mati terhadap kyungsoo

Author POV End

***















Minda POV

"Hey hey! Apa kau lihat kyungsoo?" Tanyaku pada satu persatu teman sekelasnya yang melewati pintu kelasnya.
Semua temannya yang kutanya menjawab tidak atau menggeleng.
'Sebenarnya kemana dia?' Pikirku.
Dari luar pintu kelasnya aku melihat sekeliling kelasnya. Benar-benar sudah kosong.
"Apa benar dia tidak ada disini?" Tanyaku berbicara sendiri.
Setelah lama memikirkan untuk mencarinya di tempat lain, aku mulai selangkah maju untuk pergi menuju kantin. Namun ada yang aneh...

DHUG

Aku menghentikan langkahku saat mendengar suara yang cukup keras dari arah kelasnya. "Suara apa itu?" Tanyaku lagi.
Aku berbalik badan, menengok ke kelas kyungsoo dari luar. Aku berusaha memastikan apa benar kelasnya sudah benar-benar kosong?

Minda POV End

***

Author POV

KRING...

"Sial sudah bel istirahat!" gerutu kyungsoo.
"Hey Kyung! Sepertinya sebentar lagi minda akan mengajakmu makan siang bersama!" seru sehun yang tiba-tiba saja datang sambil menepuk pundaknya.
"Minda benar-benar sudah gila karenamu!" timpal chanyeol yang juga baru saja datang.
"Ke kantin?" Tanya sehun pada kedua temannya itu.
Chanyeol menganggukkan kepalanya, sedangkan kyungsoo sebaliknya.
"Tidak. Aku disini saja." Jawab kyungsoo sambil menggelengkan kepalanya.
"Kau menunggu minda datang ya?" Tanya sehun meledek.
"Aku akan mengumpat dikelas." Jawab kyungsoo.
"Tepatnya?" tanya chanyeol.
"Di bawah meja tempatmu chanyeol.." Jawab kyungsoo santai.
"Kau yakin tidak ketahuan?" Tanya chanyeol lagi.
Kyungsoo menganggukkan kepala berusaha meyakinkan dirinya, dan juga kedua temannya.
"Baiklah semoga berhasil" kata sehun yang langsung merangkul chanyeol untuk segera keluar dari kelasnya.
Sementara itu kyungsoo berusaha memuatkan tubuhnya untuk masuk ke dalam bawah meja yang chanyeol tempati.

Author POV End

***


Kyungsoo POV

"Kyungsoo! Minda mencarimu!" Seru Joy padaku.
"Shhtt! Pelankan suaramu! Bilang saja aku tidak ada!." Jawabku panik.
Joy mengangguk tanda mengerti apa yang dikatakan olehku.

Saat itu juga terdengar suara minda yang terus menerus menanyakan keberadaanku.
Syukurlah semua tidak menyadari keberadaanku di bawah meja, kecuali joy yang melihatku sibuk sendiri mengumpat sebelum minda datang.

"Joy! Apa kau melihat kyungsoo?" Tanya minda pada joy.
"Tidak." Jawabnya santai.
Aku menghela nafas lega karena mendengar percakapan mereka berdua.

***


'Sudah sepuluh menit berjalan apa dia tidak lelah berdiri lama-lama menungguku?' Tanyaku dalam hati.
"Aku akan cari dia di kantin saja." Seru minda.
Di bawah meja, aku benar-benar bersyukur mendengar minda berbicara seperti itu.

Udara di bawah meja cukup panas nyaris tidak ada udara. Keringat sudah membasahi dahi-ku. Aku segera ingin cepat keluar karna kepanasan. Tapi yang terjadi...

DHUG

Kepalaku terbentur meja saat ingin berdiri. Menghasilkan suara yang cukup keras dan berhasil membuatku ketakutan setengah mati.

"Apa ada orang disini?" Teriakan minda jelas terdengar ditelingaku.
Untungnya aku berhasil mengumpat lagi.
"Tidak ada ya?" Tanya minda pada diri sendiri.

TAP TAP

Mataku terbelalak hebat mendengar hentakan sepatunya memasuki kelasku.

TAP TAP

Suaranya semakin mendekat...

TAP

Kakinya berhenti tepat disampingku...

Apa dia menyadariku dibawah meja ini?
Apa dia melihatku?
Beribu-ribu pertanyaan muncul dari benakku.

Aku memejamkan mataku..

TAP

Hentakan sepatunya terdengar lagi, namun suaranya kini terdengar pelan...

Satu..
Dua..
Dan hitungan ketiga aku membuka perlahan mataku.

Aku membuang nafas lega saat melihat dia tidak ada di sampingku, tetapi...

PLOK PLOK

Terdengar suara tepukan tangan yang asalnya tak jauh dariku, lebih tepatnya dekat denganku..
Aku menoleh kesamping...

GLEK

'Kaki siapa itu?' Tanyaku dalam hati.
Aku mendongakkan kepalaku ke atas.

BRAK BRUK DHUG DHAG

"Ah!" Rintihku kesakitan.

Minda tepat berada di depanku, membuatku terkejut setengah mati.

"Hey pelan-pelan! Kepalamu bisa terbentur lagi!" Seru minda dengan nada kekhawatiran layaknya seekor induk kucing pada anaknya.

Minda membantuku keluar dari bawah meja.

"Sini duduk disampingku." Suruh minda.
Mau tak mau aku menurutinya.

"Lihat dahimu biru! Ayo kita ke ruang kesehatan!" Seru minda.

"Tidak perlu." Jawabku singkat.

"Hmm bagaimana ya?" Tanyanya sendiri.

Tiba-tiba saja dia mengeluarkan sapu tangan dari saku almameternya. Ditiupnya sapu tangan itu, lalu dia mengelus dahiku yang terkena benturan dengan sapu tangannya itu.

"Cepatlah sembuh dahi imutku..." Katanya.

Rasanya...
Hangat...

"Lalu kenapa kau berada di bawah meja?" Tanya minda memecah keheningan yang ada.
"Tidak." Jawabku.
Minda tersenyum padaku.
Entah aku merasa seharusnya aku tidak perlu susah-susah mengumpat untuk menghindar darinya. Harusnya aku mengatakan langsung kalau aku tidak suka dia terus mengikutiku.
Kyungsoo POV End

***


Author POV

Didalam kelas itu hanya ada mereka berdua. Dengan penuh perasaan minda mengelus-elus dahi kyungsoo yang terbentur meja. Sedangkan kyungsoo hanya menatap minda dengan penuh keresahan. Sepertinya...

"Minda..." Panggil kyungsoo.
"Ya?" Tanya minda masih mengelus dahi kyungsoo dengan sapu tangannya.
"Kau harus melupakanku, minda" jawab kyungsoo.
Minda tersentak, "maksudmu?" tanyanya.
"Kau harus melupakanku! Karena dengan kau mengikutiku pun aku tidak akan pernah suka padamu!" Jelas kyungsoo, kali ini dengan suara yang tegas.
"Benarkah?" Tanya minda.
"Tapi bagaimana kalau aku tidak bisa?" Tanyanya lagi.
Airmatanya sudah di ujung, matanya mulai memerah.
"Aku mengikutimu karena aku suka padamu. Terserah kau akan jadi suka padaku atau tetap benci padaku, aku tidak peduli! Aku suka padamu!" Seru minda mengeluarkan semua isi hatinya..
Tanpa disadari airmatanya sudah mengalir.
"Maaf" kata minda.




Dengan cepat minda berlari keluar dari kelas kyungsoo, meninggalkannya seorang diri dengan penuh rasa menyesal.
"Minda!" Panggil kyungsoo sambil mengejar minda, namun sosoknya dengan cepat menghilang begitu saja.

Author POV End

***


Minda POV

"Maafkan aku..." Kataku dan langsung bergegas pergi keluar dari kelas kyungsoo.
Aku berlari secepat mungkin menuju kelasku.
Tepat saat itu bel masuk sudah berbunyi. Teman-teman satu-persatu memasuki kelas, sedangkan aku sibuk menghapus air mataku yang terus menerus tidak berhenti mengalir.


***


"Minda! Apa kau datang ke klub tenis nanti?" Tanya Irene.
"Aku datang kok." Jawabku.

***


Klub tenis selalu bersebelahan dengan klub sepak bola, jadi apa boleh buat? Aku bertemu dengannya.
Dengan kyungsoo.

"Minda jangan melamun!" Teriak Irene dari kejauhan.
Aku mengangguk.

***


"Kyungsoo!! Apa kau sudah ingin pulang? Ayo kita pulang bersama!" Ajak-ku saat menghampiri kyungsoo.

"Kenapa? Bukankah klub tenis sudah selesai daritadi?" Tanya kyungsoo.

"Seperti biasa aku selalu menunggumu." Jawabku tersenyum.

"Bagaimana dengan sepedamu?" Tanyanya lagi.

"Harusnya aku tidak membawanya, tapi... Aku lupa kalau aku akan pulang bersama denganmu hari ini..." Jelasku menundukkan kepala.

"Lalu?" Lagi-lagi kyungsoo bertanya.

"Tinggalkan saja sepedanya disini! Biar aku minta tolong pada paman satpam untuk menjaganya baik-baik." Jawabku dengan penuh kebenaran.

"Bodoh." Seru kyungsoo, lalu dia berjalan menuju luar lapangan.

"Jadi bagaimana?" Tanyaku.
Dia lagi-lagi tidak menjawab.

Aku terus mengikutinya hingga sampai ke tempat kendaraan.

"Untuk apa kita kesini?" Tanyaku heran.

"Untuk mengambil sepedamu." Jawabnya singkat.

"Kenapa?" Tanyaku seperti orang bodoh, sedangkan dia mengabaikanku dan menaiki sepedaku.

"Cepat naik!" Suruhnya.

"A...Apa? I-iya baiklah" kataku.

Tanpa basa-basi aku langsung menaiki sepeda dan duduk di kursi belakangnya.

"Aku akan mengantarmu pulang" seru kyungsoo.

Aneh... Ini seperti tidak ada masalah yang terjadi sebelumya di antara kita berdua.
Sikapnya juga berubah.

Minda POV End

***


Author POV

"Sudah sampai." Seru kyungsoo.

"Apa? Ah benar! Terima kasih sudah mengantarku..." Seru minda sambil membungkukkan badannya.

"Sepedamu biar aku yang masuk-kan kedalam." Kata kyungsoo

"Sekali lagi terima kasih." Kata minda.

Kyungsoo tersenyum.

"Tapi.. Apa kau akan berjalan kaki?" Tanya minda.

"Tentu." Jawabnya.

"Tapi rumahmu jauh..." Kataku dengan memasang raut wajah cemberut.

"Aku bisa menunggu bus dulu di halte jika aku mau." Jawab kyungsoo.

"Maafkan aku, aku jadi merepotkanmu." Seru minda menangis.

"Kenapa kau menangis?" Tanya Kyungsoo.

"Aku tidak peduli aku akan bagaimana, yang penting orang yang kusuka selamat sampai rumah." Serunya.

Minda tertegun saat mendengar perkataannya.

Author POV End

***


Minda POV

"Aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi padaku, asalkan orang yang kusuka sampai di rumahnya dengan selamat." Kata kyungsoo.

Seketika aku tertegun mendengar perkataannya. Tangaku gemetar.

'Apa itu pernyataan cinta?' Tanyaku dalam hati.

Kyungsoo menghampiriku, dia memegang kedua pipiku dengan tangannya yang besar.
"Aku sebenarnya sudah menyukaimu saat pertemuan pertama kita diperpustakaan." Serunya tersenyum padaku.

"B-be-benarkah?" Tanyaku sambil membelalakkan kedua mataku.

Kyungsoo tersenyum dan mengangguk.

"Kau menangis lagi." Katanya.

Kyungsoo menyeka air mataku yang mengalir dengan kedua tangannya, sedangkan aku masih tidak percaya dengan apa yang dikatakannya.

"Kumohon jangan lupakan aku. aku mencintaimu, Minda." Serunya memohon.

Chu~

Satu kecupan mendarat dibibirku.

Aku masih tidak percaya apa yang baru saja terjadi padaku.

"Kyungsoo.." Panggilku.

"Ya?" Tanyanya

"Bisa kau ulangi semuanya?" Seruku tanpa berpikir apapun.

"TIDAK" teriak kyungsoo.

"Hey! Kenapa begitu?" Tanyaku.

"Hal seperti ini hanya bisa di lakukan satu kali saja tahu!" Jelasnya sambil melarikan diri.

"Hey jangan lari!" Teriakku.

Minda POV End

***


Author POV

Saat setelah kejadian itu, mereka berdua-pun menjadi sepasang kekasih. Tidak ada rasa takut lagi dalam diri kyungsoo untuk bertemu dengan minda. Bahkan sehari-harinya selalu di habiskan dengan momen berdua.

Setelah mereka lulus dari SMA, merekapun berencana untuk menikah secepatnya.


THE END



Author Note :
Gimana nih ceritanya? Duh aku gak yakin kalian suka sama ceritanya x.x kritik dan sarannya yahh... Thank you:*